Teja Purnama
ku bayangkan,
iblis menangisi cintanya
tapi bangga menjalani takdirnya sebagai terkutuk
memainkan skenario panjang kehidupan
mungkin Dia hanya berkata
segalanya mengabdi padaKu
segala hukum dan sejarah
segala kebaikan, bahkan kejahatan
kubayangkan lagi Iblis ingin balas menjawab
tapi tak sempat, karena Dia lebih dahulu menyergah,
“Suka-sukaKu lah!”