Sebelum Sholat

Teja Purnama

ku bayangkan,
iblis menangisi cintanya
tapi bangga menjalani takdirnya sebagai terkutuk
memainkan skenario panjang kehidupan

mungkin Dia hanya berkata
segalanya mengabdi padaKu
segala hukum dan sejarah
segala kebaikan, bahkan kejahatan

kubayangkan lagi Iblis ingin balas menjawab
tapi tak sempat, karena Dia lebih dahulu menyergah,
“Suka-sukaKu lah!”

Diterbitkan di:  on Oktober 28, 2008 at 12:02 pm Tinggalkan sebuah Komentar