Catatan Teja Purnama
Sepotong malam, sehabis gerimis. Merdeka Walk tak sunyi, juga tak ramai pengunjung. Seorang teman yang baru pulang dari Malaysia dan Brunei Darussalam mengeluh. Bukan soal diskriminasi orang Indonesia yang dialaminya, bukan pula soal sulitnya dia mencari kekurangan negara tetangga itu jika dibanding dengan kota kita, melainkan tentang perempuan yang melenggang di samping meja kami. (lagi…)