Mar


Cerpen Teja Purnama

Mar geram. Ingin ia merobek-robek surat peringatan yang ditandatangani camat itu. Ia harus membongkar warungnya sendiri, kalau kalau tak mau dibongkar-paksa. Dan ini surat ketiga. Artinya, orang-orang yang mengaku pelayan masyarakat itu serius. (lagi…)

Diterbitkan di:  on Juni 27, 2008 at 4:48 pm Komentar (1)

Jumat

Cerpen Teja Purnama

Doa baru saja selesai. Ustad Badrin yang menjadi imam dan khatib sholat Jumat, baru akan berdiri menunaikan sembahyang sunat. Sebagian besar jamaah belum keluar dari masjid. Saat itulah Pria melangkah cepat menuju mimbar lalu menyambar mikropon. (lagi…)

Diterbitkan di:  on Juni 9, 2008 at 5:11 pm Komentar (3)

Najwa

Cerpen Teja Purnama

Gerbong berderak. Kereta api mulai bergerak. Aku pulang, Mak.

Suara-suara di stasiun menjelang keberangkatan menghilang. Berganti deru mesin, rintih rel tergilas, dan dengus gerbong.

Tak ada penumpang lain di sampingku. Juga di depanku. Bukan kupilih bangku ini. Tanya saja pada petugas loket. Tapi kalau pun ada pilihan lagi, tetap kupilih bangku ini. Aku ingin berdua denganmu menuju pulang menemuimu. (lagi…)

Diterbitkan di:  on at 4:38 pm Komentar (1)